Kelas Materi Umrah

Pelajari tata cara, panduan, dan manasik umrah secara terstruktur agar ibadah Anda lancar dan mabrur.

Mulai Belajar

Masuk ke akun Anda untuk melacak progres belajar materi umrah.

Masuk Sekarang
Niat Haji: Apa dan Bagaimana?
Manasik Haji

Niat Haji: Apa dan Bagaimana?

Niat merupakan kehendak hati yang ditekadkan untuk mendekatkan diri kepada Allah yang dibuktikan dengan suatu pekerjaan. Mayoritas ulama sepakat bahwa niat terletak di dalam hati untuk segala situasi. Niat haji atau umrah terkait erat dengan masalah ihram, yaitu berniat ikhlas di dalam hati karena Allah Swt untuk melakukan haji atau umrah kemudian diiringi mengucapkan lafal  لبّيك عمرة و حجّا (labbayka ‘umratan wa hajjan) sesuai dengan jenis haji yang hendak dilakukan di tempat-tempat (miqat) yang sudah ditentukan. Cara niat yang diiringi dengan ucapan dalam hal ini berdasarkan firman Allah Swt dan perbuatan Nabi saw dalam riwayat berikut: “Mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam menjalankan agama yang lurus….(Q.S. al-Bayyinah: 5). “Saya mendengar Rasulullah Saw membaca talbiyah untuk berihram haji dan umrah bersama-sama dengan bacaan “labbayka ‘umratan wa hajjan” Aku patuhi perintah-Mu untuk umrah dan haji)”. (H.R. al-Bukhari dan Muslim).

Urutan Ibadah Haji
Manasik Haji

Urutan Ibadah Haji

Ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang wajib dilaksanakan oleh umat Islam yang mampu secara fisik dan finansial. Bagi banyak orang, persiapan sebelum melaksanakan haji menjadi momen penting, di mana salah satu yang paling esensial adalah manasik haji. Lantas, apa itu manasik haji? Pada kesempatan kali ini, BPKH akan menguraikan secara mengenai manasik haji, lengkap dengan urutan, doa, tata cara, dan hikmah yang terkandung di dalamnya. Agar Anda dapat memahaminya dengan baik, simak sampai tuntas artikel di bawah ini! Apa Itu Manasik Haji? Manasik haji secara harfiah berarti pelatihan atau bimbingan terkait ibadah haji. Hal ini merupakan kegiatan yang diselenggarakan untuk membantu calon jemaah haji memahami seluruh rangkaian ritual dan tata cara pelaksanaan haji yang sesuai dengan tuntunan syariat. Manasik haji dilakukan sebelum keberangkatan ke Tanah Suci, di mana para calon haji diajarkan segala hal yang akan mereka hadapi dan lakukan selama menjalankan ibadah haji. Selain itu, pelatihan ini juga penting untuk membekali jemaah dengan pemahaman terkait nilai-nilai spiritual dan teknis dari setiap rukun dan sunah haji.  Urutan Manasik Haji Melaksanakan haji memerlukan pemahaman yang mendalam mengenai setiap tahapan ibadah yang harus dilakukan. Berikut urutan manasik haji yang perlu dipahami: 1. Ihram Ihram merupakan niat memasuki ibadah haji dengan mengenakan pakaian ihram, pakaian sederhana yang melambangkan kesucian. Ihram dimulai dari miqat, tempat yang telah ditentukan untuk memulai ibadah haji. 2. Wukuf di Arafah Wukuf di Arafah adalah puncak dari ibadah haji, di mana seluruh jemaah berkumpul di Padang Arafah untuk berdoa dan memohon ampunan. Waktu wukuf dimulai sejak siang hingga terbenamnya matahari. 3. Mabit di Muzdalifah Setelah wukuf, jemaah bermalam di Muzdalifah, mengumpulkan batu kerikil yang nantinya akan digunakan untuk melempar jumrah. 4. Melempar Jumrah Pada tanggal 10 Dzulhijjah, jemaah melemparkan tujuh batu kerikil ke arah tugu jumrah sebagai simbol penolakan terhadap godaan setan. 5. Tahalul Awal Setelah melempar jumrah, jemaah melakukan tahalul dengan mencukur sebagian atau seluruh rambut sebagai tanda berakhirnya larangan ihram. 6. Tawaf Ifadah Tawaf ini dilakukan setelah melempar jumrah dan merupakan salah satu rukun haji yang harus dilaksanakan. 7. Sa’i Setelah tawaf, jemaah melanjutkan dengan sa’i, yakni berjalan atau berlari kecil antara Bukit Safa dan Marwah sebanyak tujuh kali. Ini merupakan bentuk peneladanan terhadap perjuangan Hajar mencari air untuk putranya, Ismail. 8. Tahalul Kedua Pada tahap ini, jemaah haji melakukan pencukuran rambut bagi laki-laki atau memotong sedikit ujung rambut bagi perempuan, yang menandakan pencabutan larangan ihram. Tahalul kedua memungkinkan jemaah untuk kembali melakukan aktivitas yang sebelumnya dilarang selama ihram, seperti berhubungan suami-istri. Ini menjadi langkah terakhir sebelum menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji. 9. Mabit di Mina Setelah tawaf ifadah, jemaah kembali ke Mina dan bermalam di sana untuk melaksanakan ibadah lainnya, termasuk melempar jumrah di hari-hari tasyrik.

Hubungi Kami

Pilih kontak Customer Service di bawah ini