Berita & Artikel Umrah

Ikuti perkembangan terbaru seputar ibadah umrah, kebijakan pemerintah, dan kabar terkini dari tanah suci.

Kemenhaj Siapkan Payung Hukum Ekosistem Ekonomi Haji Umrah, Ini Fokus Aturannya
Berita 16 Jul 2026

Kemenhaj Siapkan Payung Hukum Ekosistem Ekonomi Haji Umrah, Ini Fokus Aturannya

 Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mempercepat penyusunan payung hukum untuk memperkuat pengembangan ekosistem ekonomi haji dan umrah di Indonesia. Regulasi tersebut disiapkan melalui Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Penyelenggaraan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah yang dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) di Bogor, Senin (13/7). RPP tersebut dirancang menjadi landasan hukum yang mengintegrasikan seluruh rantai ekosistem ekonomi haji dan umrah, tidak hanya pada penyelenggaraan layanan ibadah, tetapi juga sektor-sektor pendukung yang dinilai memiliki potensi ekonomi bagi Indonesia. Sekretaris Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, Cecep Khairul Anwar, mengatakan penyusunan regulasi tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden untuk memperkuat ekosistem ekonomi haji dan umrah melalui aturan yang komprehensif dan implementatif. "RPP ini menjadi fondasi untuk membangun ekosistem ekonomi haji yang terintegrasi sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan lebih luas oleh Indonesia," ujarnya. Menurut Cecep, ruang lingkup pengaturan dalam RPP mencakup berbagai sektor mulai dari hulu hingga hilir, seperti logistik, pengelolaan dam, layanan telekomunikasi, hingga berbagai layanan komersial lainnya yang dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional. Ia juga menegaskan bahwa penyusunan regulasi dilakukan dengan memperhatikan harmonisasi terhadap berbagai peraturan perundang-undangan agar tidak terjadi tumpang tindih aturan. "Substansi RPP harus selaras dengan regulasi yang telah ada agar implementasinya memiliki kepastian hukum dan berjalan efektif," jelasnya. Akomodasi Kebutuhan Teknis Penyelenggaraan Selain memperkuat aspek regulasi, RPP juga disusun untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan teknis dalam penyelenggaraan haji dan umrah. Beberapa materi yang menjadi perhatian meliputi mekanisme kontrak tahun jamak (multiyears), integrasi layanan visa dan Nusuk, pengelolaan dokumen perjalanan, hingga pemisahan tata kelola administrasi pelayanan haji dan pelayanan umrah. Direktur Standardisasi dan Fasilitasi Pemberdayaan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, Nur Rokhma Muliana, mengatakan penyempurnaan substansi RPP dilakukan agar regulasi tersebut mampu menjawab kebutuhan penyelenggaraan haji dan umrah secara lebih menyeluruh. "RPP perlu mengakomodasi kebutuhan teknis penyelenggaraan, mulai dari kontrak multiyears, layanan visa dan Nusuk, hingga tata kelola dokumen haji dan umrah," katanya. Libatkan Berbagai Kementerian dan Lembaga Dalam proses penyusunannya, Kemenhaj juga menghimpun masukan dari berbagai kementerian dan lembaga. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan regulasi yang dihasilkan memiliki substansi yang implementatif serta mampu mendukung pengembangan ekosistem ekonomi haji dan umrah. Salah satu masukan yang mengemuka adalah pentingnya penguatan aspek perencanaan serta optimalisasi sumber daya agar implementasi kebijakan dapat berjalan lebih efektif. Perwakilan Kementerian Hukum, Nurfaqih Irfani, menilai kejelasan ruang lingkup dan norma pengaturan menjadi aspek penting dalam penyusunan RPP. "Perumusan ruang lingkup dan norma pengaturan harus disusun secara jelas agar RPP memiliki kepastian hukum, selaras dengan regulasi yang telah ada, dan dapat diimplementasikan secara efektif," ujarnya. Melalui penyusunan RPP tersebut, Kementerian Haji dan Umrah berharap pengembangan ekosistem ekonomi haji dan umrah memiliki landasan hukum yang kuat, terintegrasi, serta mampu meningkatkan kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memperkuat kualitas penyelenggaraan haji dan umrah Indonesia.

Mau Umrah Saat Musim Panas? Arab Saudi Minta Jemaah Perhatikan Aturan Kesehatan Terbaru
Tips 10 Jul 2026

Mau Umrah Saat Musim Panas? Arab Saudi Minta Jemaah Perhatikan Aturan Kesehatan Terbaru

HIMPUHNEWS - Meningkatnya mobilitas perjalanan internasional selama musim panas mendorong Pemerintah Arab Saudi mengeluarkan imbauan kesehatan bagi para pelancong, termasuk jemaah umrah. Otoritas Kesehatan Masyarakat Arab Saudi (Weqaya) meminta calon jemaah yang akan beribadah ke Tanah Suci agar mempersiapkan aspek kesehatan sejak sebelum keberangkatan guna mengurangi risiko paparan penyakit menular. Melansir Saudi Gazette, Weqaya menyatakan terus memantau perkembangan situasi epidemiologi global bersama berbagai organisasi kesehatan internasional. Pemantauan tersebut mencakup penyebaran sejumlah penyakit, seperti Hantavirus, Ebola, demam kuning (yellow fever), dan influenza musiman yang dilaporkan masih terjadi di sejumlah negara. Menurut Weqaya, pemantauan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan kesehatan masyarakat Arab Saudi sekaligus meningkatkan kesadaran para pelaku perjalanan, termasuk jemaah umrah. Pastikan Vaksinasi dan Ketahui Aturan Negara Tujuan Weqaya mengimbau calon jemaah umrah agar memeriksa kondisi kesehatan negara asal maupun negara transit sebelum melakukan perjalanan. Selain itu, jemaah diminta memastikan telah memenuhi seluruh persyaratan kesehatan yang ditetapkan, termasuk kewajiban vaksinasi apabila berlaku. Otoritas tersebut secara khusus mengingatkan pentingnya vaksin demam kuning (yellow fever) bagi pelaku perjalanan yang berasal dari atau transit di wilayah endemis maupun negara yang mewajibkan bukti vaksinasi sebagai syarat masuk. Waspadai Penularan Berbagai Penyakit Dalam keterangannya, Weqaya menjelaskan bahwa setiap penyakit memiliki karakteristik penularan yang berbeda. Hantavirus umumnya berkaitan dengan paparan tikus yang terinfeksi atau lingkungan yang terkontaminasi. Sementara itu, Ebola dapat menular melalui kontak langsung dengan darah maupun cairan tubuh penderita atau jenazah yang terinfeksi, termasuk hewan yang membawa virus tersebut. Adapun demam kuning ditularkan melalui gigitan nyamuk di wilayah endemis, sedangkan influenza musiman menyebar melalui percikan saluran pernapasan dan kontak erat dengan orang yang terinfeksi. Jaga Kebersihan Selama Menjalankan Umrah Weqaya mengimbau jemaah umrah untuk menghindari kontak dengan orang yang menunjukkan gejala sakit, tidak mendekati hewan liar maupun hewan pengerat beserta habitatnya, serta menunda perjalanan ke wilayah yang sedang mengalami wabah penyakit apabila tidak mendesak. Jemaah juga diminta mematuhi seluruh panduan kesehatan yang diterbitkan otoritas di negara tujuan. Selain itu, Weqaya merekomendasikan agar jemaah menjaga kebersihan diri dengan rutin mencuci tangan, memastikan makanan dan air yang dikonsumsi aman, menggunakan losion antinyamuk dan pakaian yang sesuai untuk mencegah gigitan nyamuk, serta memiliki perlindungan asuransi kesehatan sebelum melakukan perjalanan. Segera Periksa Diri Jika Muncul Gejala Weqaya juga mengingatkan jemaah umrah agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala penyakit selama berada di Arab Saudi maupun setelah kembali ke negara asal, terutama apabila sebelumnya mengunjungi daerah yang sedang mengalami wabah atau memiliki riwayat kontak dengan penderita, hewan terinfeksi, maupun lingkungan berisiko tinggi. Otoritas tersebut meminta para pelaku perjalanan menyampaikan riwayat perjalanan kepada tenaga kesehatan agar proses diagnosis dapat dilakukan lebih cepat dan langkah-langkah kesehatan masyarakat dapat segera diterapkan. Sebagai penutup, Weqaya mengimbau masyarakat, termasuk calon jemaah umrah, untuk hanya mengakses informasi kesehatan dari sumber resmi serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Seluruh informasi dan pembaruan mengenai imbauan kesehatan perjalanan dapat diakses melalui kanal resmi Weqaya.  

Mulai 30 Juli 2026, Riyadh Air Buka Rute Penerbangan Riyadh-Kuala Lumpur
Maskapai 06 Jul 2026

Mulai 30 Juli 2026, Riyadh Air Buka Rute Penerbangan Riyadh-Kuala Lumpur

Maskapai nasional baru Arab Saudi, Riyadh Air, akan resmi membuka rute penerbangan nonstop Riyadh–Kuala Lumpur mulai 30 Juli 2026. Kehadiran rute ini menjadi bagian dari strategi ekspansi jaringan internasional maskapai sekaligus memperkuat konektivitas Arab Saudi dengan kawasan Asia Tenggara. Pembukaan rute Kuala Lumpur diumumkan bersamaan dengan dimulainya penjualan tiket penerbangan menuju dua destinasi internasional baru, yakni Kuala Lumpur, Malaysia, dan Málaga, Spanyol. Riyadh Air menjadwalkan penerbangan ke Kuala Lumpur sebagai layanan reguler sepanjang tahun. Rute tersebut diharapkan dapat memenuhi tingginya permintaan perjalanan antara Arab Saudi dan Asia Tenggara, baik untuk kepentingan bisnis, pariwisata, maupun perjalanan keagamaan. Selain Kuala Lumpur, Riyadh Air juga akan mengoperasikan penerbangan musiman menuju Málaga, Spanyol, mulai 14 Juli hingga 8 September 2026, untuk melayani tingginya permintaan wisata musim panas ke kawasan selatan Spanyol. Sementara rute Riyadh–Madrid dijadwalkan mulai beroperasi pada 17 Juli 2026, memperkuat jaringan maskapai di Eropa. Dengan penambahan dua destinasi baru tersebut, Riyadh Air akan melayani delapan kota dari Riyadh mulai Agustus 2026, yakni London, Kairo, Dubai, Jeddah, Madrid, Manchester, Málaga, dan Kuala Lumpur. Ekspansi ini dilakukan seiring persiapan maskapai menerima armada keenamnya. Penumpang sudah dapat melakukan pemesanan tiket melalui aplikasi resmi Riyadh Air, situs web maskapai, maupun jaringan agen perjalanan resmi. Pembukaan rute baru ini menjadi bagian dari strategi Riyadh Air dalam mendukung Saudi Vision 2030, yang menargetkan Arab Saudi sebagai salah satu pusat penerbangan global melalui peningkatan konektivitas internasional serta pengembangan sektor pariwisata dan perjalanan.

Hubungi Kami

Pilih kontak Customer Service di bawah ini